X: Aku suka sama kamu
Y: Maaf sepertinya kamu bukan level-ku
Dalam Islam, ketika mencari pasangan, level itu memang harus diperhatikan, istilahnya "kufu"
Pasangan yang ideal adalah pasangan yang sekufu alias selevel atau sederajat.
Sekufu dalam aspek Agama, fisik, kedudukan, pendidikan, ekonomi, pencapaian prestasi, karir, status sosial, dan sebagainya.
Pasangan tidak sekufu bagaikan mobil yang melaju di jalan rusak, akan mengalami banyak goncangan.
Saya tidak akan posting dalil-dalil disini, kalian bisa dengan mudah googling atau explore YouTube untuk mencari penjelasan² dari sumber yg kredibel.
Btw, bolehkah pasangan tidak sekufu lanjut ke jenjang pernikahan? Dari beberapa sumber yang saya pelajari insya Allah tetep boleh, namun beresiko.
Apa aja resikonya?
Oia, ini based on pengalaman saya memiliki pasangan yg tidak sekufu, terutama ketika dalam beberapa aspek si wanita lebih tinggi levelnya dibanding pria)
1. Insecure
Awalnya sih terasa seru, bangga atau kagum ketika sang pria melihat pasangan wanitanya "terbang tinggi", namun seiring waktu si Pria akan merasa tertinggal.
Tiap saat dibombardir dengan berbagai achievements & update aktifitas si wanita dalam tempo tinggi, sementara dirinya merasa disitu2 aja.
2. Saling menuntut tapi tidak vice versa
Ketika gap makin terasa lebar, huru-hara semakin sering terjadi. Ujung2nya saling diem atau adu argument.
Yang Pria menuntut wanita agar lebih slow, yang Wanita menuntut si Pria naikin "pace" agar bisa ngejar. Gak ada yg mau ngalah.
3. Muncul kalimat² yang melukai :
- Kamu egois
- Kamu gak pernah ada waktu
- Kamu menjegal
- Kamu tidak mengayomi
- Kamu ketus
- Kamu minim inisiatif
- Kamu berasumsi
- Kamu asal judge, dll
Begitulahh... Bahkan, circle terkait mulai dipermasalahkan seperti mantan, teman, hingga saudara.
Solusinya apa? Ya cari pasangan yang sekufu.
Jika progress hubungan sudah terlanjur jauh? Nah ini yang akupun belum bisa jawab. Karena pasanganku sebelumnya relatif sekufu sehingga goncangan tidak sebesar saat ini.
Jika boleh berasumsi, solusi terbaik adalah kedua pihak saling melepas ego masing-masing. Best practices nya gini :
1. Prioritaskan pasangan diatas segalanya.
2. Komunikasi harus dijaga
3. Obrolin setiap keluhan yg muncul, dengerin dulu, jangan dibantah. Setelah pihak yg mengeluh selesai berbicara baru cari solusinya bersama-sama.
4. Jika ada masalah sebaiknya diselesaikan secara offline alias ketemuan langsung. Komunikasi via gadget akan berpotensi misinterpreted yg mana membuat suasana makin runyam.
5. Hargai setiap inisiatif & pengorbanan pasangan, jangan ditolak atau diabaikan. Misal salah satu pihak ada yg berinisiatif ngajak ketemuan, tunjukkan rasa antusisme anda sebagai bentuk apresiasi. Jika waktunya tidak pas atau bentrok, pihak yang diajak harus gantian berinisiatif dengan menentukan waktu penggantinya.
6. Terakhir, selalu ingat untuk gunakan 3 kata ajaib: "Maaf, Tolong, dan Terimakasih" dalam komunikasi anda bersama pasangan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesabaran, petunjuk dan kemudahan bagi kita semua. Aamiin ya Robbal alamin.
Komentar
Posting Komentar